kanker serviks gejala penyebab pencegahan dan pengobatan

Kanker serviks adalah suatu kondisi tidak normalnya sel-sel yang ada pada leher rahim atau serviks, dan apabila dibiarkan sel-sel yang tidak normal tersebut akan berkembang tidak terkendali, sehingga dapat mengakibatkan tumor pada serviks. Tumor yang ganas itulah nantinya yang menyebakan terjadinya kanker serviks.

Seperti yang Anda ketahui bahwa leher rahim merupakan organ yang berbentuk menyerupai tabung silinder, yang berfungsi untuk menghubungkan vagina dengan rahim.

Kanker leher rahim (serviks) merupakan satu jenis kanker yang paling sering dialami seluruh wanita di dunia. Dan salah satu cara melakukan pencegahan yang harus dilakukan adalah secara rutin melakukan tes pap smear sehingga dapat mengetahui adanya kanker serviks lebih awal. Dengan begitu wanita dapat melakukan tindakan pencegahan atau penanggulan agar tumor yang ada tidak semakin berkembang.

Apabila dapat mendeteksi secara dini kanker serviks masih dapat disembuhkan. Dan selain dengan melakukan pencegahan lebih awal, terdapat juga beberapa metode yang dapat dilakukan untuk mengendalikan kanker serviks, sehingga dapat membuat kasus kanker serviks berkurang.

Meskipun banyak kasus yang terjadi pada tahap awal kanker serviks tidak memiliki gejala. Tanda-tanda awal yang sering terjadi pada gejala kanker serviks adalah adanya pendarahan pada vagina setelah berhubungan inntim, dan hal tersebut terjadi diluar masa menstruasi, atau setelah masa menopause. Namun, meskipun terjadi pendarahan, tidak semua kasus dapat diartikan bahwa Anda menderita kanker leher rahim. Maka untuk memastikan kondisi Anda, tindakan yang harus dilakukan adalah segera konsultasikan kepada dokter. Dengan begitu dapat melakukan tindakan lebih guna melakukan pencegahan atau pengobatan pada kondisi Anda.

Untuk itulah agar nantinya Anda terbebas dari masalah kanker serviks (leher rahim), lebih baik And abaca hingga tuntas ulasannya dibawah ini.

 

Kanker Serviks ; Gejala, Penyebab, Pencegahan Dan Pengobatan Yang Harus Dilakukan

 

gambar kanker serviks

 

Kanker leher rahim atau biasa disebut dengan kanker serviks telah umum ditemui pada wanita di seluruh dunia. Dan berdasarkan catatan Badan Kesehatan Dunia atau WHO, kanker serviks merupakan jenis kanker nomor 4 yang paling sering menyerang para wanita. Lebih jauh, Badan Kesehatan Dunia (WHO) juga telah melakukan pengamatan bahwa kasus kanker leher rahim terjadi pada angka yang lebih besar terjadi di negara-negara berkembang jika dibanding pada negara-negara maju.

Di negeri kita sendiri Indonesia, Kementerian Kesehatan bahkan telah membukukan bahwa kanker serviks menempati peringkat kedua untuk jenis kanker yang paling banyak dialami para wanita setelah kanker payudara. Yang lebih mencegangkan lagi dalam setiap tahun ada 40.000 kasus baru kanker leher rahim yang terdeteksi pada wanita Indonesia.

Memang kondisi tersebut dapat terjadi pada wanita usia berapapun. Tetapi dengan semakin bertambahnya usia wanita, resiko seseorang mengalami kanker leher rahim semakin tinggi.

Kanker leher rahim (serviks) dapat diatasi dengan cara mengurangi factor-faktor resiko yang dapat memicu terjadinya tumor ganas tersebut.

 

Gejala Dan Tanda-Tanda Kanker Serviks

 

Sampai disini mungkin timbul pertanyaan dibenak Anda, apa sajakah gejala atau tanda-tanda kanker serviks? Berikut inilah jawabannya….

Untuk banyak kasus yang sering terjadi, pada tahan awal yaitu pre-kanker tidak mengalami gejala. Sebab, kanker leher rahim (serviks) tidak menunjukkan gejala hingga tumor terbentuk. Kemudian setelah tumor terbentuk dapat mendorong organ di sekitar juga menganggu sel-sel sehat. Berikut inilah gejala dan tanda-tanda kanker serviks yang umum terjadi :

  1. Terjadi pendarahan yang tidak wajar dari vagina. Pendarahan tersebut terjadi meski Anda tidak sedang mengalami menstruasi, haid lebih panjang, mengalami pendarahan setelah atau saat melakukan hubungan intim, setelah masa menopause, setelah buang air besar, atau pendarahan yang terjadi setelah Anda melakukan pemeriksaan panggul.
  2. Siklus menstruasi yang tidak teratur
  3. Terjadi nyeri pada perut bagian bawah (panggul)
  4. Adanya rasa nyeri saat berhubungan intim
  5. Adanya rasa nyeri di pinggang (punggung bawah) atau kaki
  6. Badan terasa lemas dan mudah sekali lelah
  7. Terjadi penurunan berat badan meski tidak sedang dalam menjalankan program diet
  8. Nafsu makan hilang
  9. Keluar cairan vagina yang tidak normal, berbau yang tidak sedap dan disertai dengan adanya darah
  10. Terjadi pembekakan pada salah satu kaki.

Selain beberapa hal diatas yang merupakan tanda-tanda dan gejala kanker leher rahim yang sering wanita alami. Ada juga beberapa kondisi lain, seperti terjadi infeksi, yang dapat juga menjadi penyebab ciri-ciri kanker serviks tersebut. Tetapi, apapun penyebabnya, melakukan tindakan pencegahan atau deteksi dini adalah tindakan bijak yang harus dilakukan. Sebab dengan mengesampingkan gejala kanker serviks hanya akan memperburuk kondisi dan menghilangkan kesempatan untuk melakukan perawatan yang efektif.

Dan tindakan yang lebih baik untuk dilakukan adalah, tidak harus menunggu munculnya gejala kanker serviks. Tetapi Anda dapat melakukan cara terbaik untuk melakukan perawatan, dengan cara melakukan tes pap smear juga melakukan pemeriksaan panggul secara rutin ke dokter kandungan.

Lalu, Kapankah Saya Harus Periksa Ke Dokter…?

Apabila Anda mengalami beberaoa gejala kanker serviks seperti diatas, ataupun tanda-tanda lainnya, sebaiknya segera konsultasikan pada dokter. Sebab kondisi tubuh masing-masing orang berbeda-beda. Apapun yang terjadi, sebaiknya selalu konsultasikan pada dokter terutama jika muncul ciri-ciri kanker leher rahim seperti diatas.

Dan tindakan sebenarnya yang harus dilakukan oleh para wanita, terutama pada wanita yang telah menikah atau wanita yang aktif secara seksual, harus selalu ke dokter untuk melakukan pemeriksaan dan mendapatkan vaksin HPV. Tidak harus menunggu sampai muncul gejala atau tanda-tanda kanker serviks baru mencari solusi.

Juga sangat disarankan pada wanita usia diatas 40 tahun untuk periksa ke dokter dan melakukan tes pap smear secara rutin. Karena semakin bertambahnya usia wanita, maka makin rentan terkena kanker ini, meski pada kenyataannya Anda tidak merasakan berbagai gejala kanker leher rahim meski sudah menyerang Anda.

Baca Juga : Cara Merawat Miss V Luar Dalam Agar Bersih Dan Sehat

Penyebab Kanker Serviks Pada Wanita

 

Secara umum kanker serviks disebabkan oleh Human Papillomavirus atau disingkat dengan HPV. Dan terdapat lebih dari seratus HPV, namun sejauh ini kira-kira hanya 13 jenis virus yang dapat jadi penyebab kanker serviks, dan ketahuilah bahwa virus ini sering ditularkan melalui hubungan seksual.

Pada tubuh wanita, virus ini menghasilkan dua jenis protein, yaitu E6 dan E7. Kedua jenis protein ini cukup berbahaya karena dapat menonaktifkan gen-gen tertentu dalam tubuh wanita yang berperan dalam menghentikan perkembangan tumor.

Kedua protein tersebut juga dapat memicu pertumbuhan sel-sel dinding rahim secara agresif. Pertumbuhan sel yang tidak wajar, akhirnya dapat menyebabkan perubahan gen yang dapat juga disebut dengan mutase gen. dan mutase gen inilah yang seterusnya menjadi penyebab kanker serviks berkembang didalam tubuh.

Memang beberapa virus HPV tidak menyebabkan gejala sama sekali. Tetapi sebagian jenis dapat menyebab kutil pada kelamin, dan beberapa jenis lain dapat menjadi penyebab kanker leher rahim. Hanya dokter yang dapat mendiagnosis dan memastikan seberapa bahaya jenis HPV yang Anda alami.

Dan dua turunan dari virus HPV (HPV 15 dan HPV 18) diketahui berperan dalam 70% dari kasus terjadinya kaner serviks. Jenis infesi HPV ini tidak menyebabkan gejala apapun, sehingga banyak wanita tidak menyadari mereka sedang mengalami infeksi. Faktanya, kebanyakan wanita dewasa pernah menjadi tuan rumah HPV pada saat tertentu dalam hidup mereka.

Dan HPV dengan mudah dapat dideteksi melalui tes pap smear. Karena itulah mengapa tes pap smear sangatlah penting dilakukan untuk mencegah kanker serviks. Dan tes pap smear juga mampu mendeteksi perbedaan pada sel serviks sebelum berubah menjadi kanker. Apabila Anda menangani perubahan sel tersebut, maka Anda dapat melindungi diri dari kanker leher rahim.

 

Faktor – Faktor Resiko Terkena Kanker Serviks

 

Banyak wanita tidak menyadari bahwa perilaku hidup yang kurang tepat dapat memicu timbulnya gangguan kesehatan, begitu pula dengan kanker leher rahim, dapat timbul karena factor perilaku hidup yang tidak sehat.

…..siapa sajakah yang beresiko terkena kanker serviks….?

Seperti yang banyak diketahui bahwa HPV adalah hal utama yang menjadi penyebab kanker serviks. Meski juga terdapat beberapa factor resiko lain yang dapat meningkatkan peluang wanita terkena kanker leher rahim, meskipun pada kenyataannya Anda tidak memiliki riwayat infeksi HPV sekalipun. Untuk itulah lebih baik Anda simak berbagai factor resiko penyebab kanker serviks berikut ini :

  • Infeksi Human Papilloma Virus. Infeksi tersebut dapat terjadi karena sering melakukan hubungan seksual dengan gonta-ganti pasangan, dengan begitu resiko terkena HPV 16 dan 18 meningkat. Selain itu berperilaku seks lain beresiko seperti aktivitas seks tanpa mempergunakan kondom atau bergantian menggunakan seks toys. Dan resiko lain adalah karena tidak pernah mendapatkan vaksin HPV tentu lebih rentan terinfeksi HPV yang dapat menjadi penyebab kanker serviks.
  • Wanita merokok. Seperti yang diketahui bahwa tembakai mengandung banyak zat kimia yang tidak baik untuk tubuh. wanita yang sering merokok memiliki resiko lebih tinggi terkena kanker leher rahim jika dibandingkan dengan wanita yang tidak merokok.
  • Imunosupresi. Pengobatan atau kondisi yang mempengaruhi system imun, seperti human immunideficiensy virus (HIV), virus yang menyebabkan AIDS, dapat meningkatkan resiko terkena infeksi HPV dan jadi penyebab kanker serviks.
  • Infeksi Chlamidia. Pada beberapa penelitian menunjukkan resiko yang lebih tinggi dari kanker leher rahim pada wanita dengan hasil tes darah yang menunjukkan atau sedang mempunyai infeksi salah satu penyakit menular seksual, yaitu chlamidia.
  • Karena Kurang Mengkonsumsi Buah Dan Sayur. Pola makan yang kurang sehat, seperti jarang mengkonsumsi buah dan sayur, memiliki resiko lebih tinggi terhadap kanker leher rahim.
  • Obesitas (kelebihan berat badan). Dengan kelebihan berat badan maka lebih mudah memiliki adenocarcinoma pada serviks.
  • Pemakaian Kontrasepsi (Pil KB) Dalam Jangka Panjang. Dalam beberapa penelitian menunjukkan bahwa mengkonsumsi kontrasepsi oral berupa pil KB dalam jangka waktu lama, yaitu selam lebih dari lima tahun, dapat meningkatkan resiko terkena kanker leher rahim. Jika Anda telah lama minum pil KB dalam hal untuk mencegah kehamilan, segeralah pertimbangkan untuk memilih menggunakan alat kontrasepsi lain dan langkah terbaik adalah dengan mengkonsultasikan dengan dokter kandugan Anda. Dan pada penelitian terbaru telah menyatakan bahwa wanita yang menggunakan intrauterine device (IUD), alat kontrasepsi yang dimasukkan ke dalam rahim untuk mencegah kehamilan memiliki resiko lebih rendah terkena kanker. Untuk itulah alat kontrasepsi jenis ini dapat dijadikan alternative untuk Anda yang belum menginginkan hamil.
  • Telah Beberapa Kali Hamil Dan Melahirkan. Wanita yang mengalami kehamilan hingga melahirkan 3 kali atau lebih mempunyai resiko yang lebih tinggi terkena kanker serviks,
  • Hamil Dan Melahirkan Di Usia Muda. Yang dimaksud sangat muda berarti dibawah 17 tahun saat mengalami kehamilan dan juga melahirkan pertama kalinya. Dengan kondisi tersebut wanita lebih rentan terkena kanker leher rahim.
  • Karena Kemiskinan. Meskipun keadaan ekonomi seseorang tidak serta-merta menjadi penyebab timbulnya kanker serviks, juga terdapat kemungkinan bahwa kemiskinan akan menghalangi akses wanita terhadap layanan serta pendidikan kesehatan yang memadai, termasuk melakukan tes pap smear.
  • Diethylstilbestrol (DES). DES merupakan obat hormonal yang diberikan pada wanita untuk mencegah keguguran. Wanita yang mempergunakan obat ini saat terjadi kehamilan memiliki resiko lebih besar terhadap kanker leher rahim. Dan jika telah melahirkan anak perempuan juga memiliki resiko lebih besar. Karena itulah obat ini sudah tidak diresepkan lagi untuk wanita hamil semenjak tahun 1980-an.
  • Faktor Genetik (Keturunan). Jika dalam keluarga Anda, misalnya ibu, nenek, atau sepupu wanita pernah mengalami atau terkena kanker serviks, ada kemungkinan pula Anda akan mengalaminya, jika dibandingkan oleh wanita yang tidak memiliki factor keturunan mengidap kanker. Hal tersebut disebabkan karena mutasi gen yang menjadi penyebab kanker leher rahim dapat turun ke generasi berikutnya.
  • Faktor Usia. Wanita dibawah usia lima belas tahun memiliki resiko lebih rendah terhadap kanker jenis ini. Sedangkan wanita usia diatas 40 tahun memiliki resiko yang lebih tinggi terkena kanker leher rahim.

Baca Juga : 9 Cara Merawat Vagina Agar Bersih Sehat Dan Terawat

 

Diagnosis Dan Pengobatan Kanker Serviks

 

Dengan melakukan diagnosis terhadap kanker maka tindakan tersebut suatu hal yang tepat untuk dilakukan sebelum akhirnya melakukan pengobatan.

Bagaimanakah cara mendiagnosis kanker leher rahim ?

Satu hal yang sering dilakukan dokter untuk mendiagnosis kanker leher rahim adalah melakukan tes pap smear. Dan dokter juga dapat melakukan tes yang lain untuk melihat sel kanker atau pre-kanker pada serviks, apabila tes pap smear yang dilakukan menunjukkan malfungsi perubahan sel, seperti biopsi.

Setelah itu dokter dapat merujuk Anda pada ginekolog atau dokter spesialis kandungan, yaitu ahli kesehatan system reproduksi wanita. Apabila kenyataannya hasil tes menunjukkan adanya kelainan, atau ditemukan adanya pertumbuhan dalam serviks dan juga Anda memiliki pendarahan abnormal.

Memang pendarahan yang sering wanita alami tidak dapat selalu diartikan adanya kanker serviks. Dan klamidia merupakan salah satu alasan kenapa wanita mengalami pendarahan vagina diatas batas normal.

Dan beberapa tes yang mungkin perlu untuk dilakukan guna mengkonfirmasi Anda memiliki kanker serviks adalah sebagai berikut :

  1. Kolposkopi. Pemeriksaan serviks yang dilakukan dengan menggunakan mikroskkop kecil yang diujungnya terdapat sumber cahaya.
  2. Cone Biopsy. Prosedur kecil ini dilakukan dibawah obat bius. Pada bagian kecil berbentuk kerucut pada servik akan diangkat untuk diperiksa. Setelah itu, Anda mungkin mengalami pendarahan pada vagina selama 4 minggu seteah melakukan prosedur diatas, selain itu Anda juga akan mengalami nyeri seperti pada masa haid.

Jika dokter telah yakin bahwa Anda memiliki gejala kanker serviks, langkah selanjutnya tentu dokter akan melakukan pemeriksaan seberapa parah kondisi (tahap stadium) kanker yang Anda alami. Dan beberapa tes yang dilakukan diantaranya adalah seperti berikut ini :

  • Melakukan pemeriksaan pada rahim, vagina, rectum dan kemih apabila terdapat kanker. Dan prosedur ini dilakukan dengan menggunakan obat bius.
  • Dilakukan tes darah untuk memeriksa kondisi sekitar organ, meliputi tulang, darah, dan juga ginjal.
  • Tes Imaging (Pemindaian), yaitu dengan menggunakan teknologi Computerised Tomography (CT) Scan, Magnetic Resonance Imaging (MRI) Scan, Sinar X dan Positive emission tomography (PET) scan. Adapun tujuan tes ini yaitu untuk mengidentifikasi tumor kanker dan apabila sel kanker menyebar (metastasis).

 

Pengobatan Kanker Serviks

 

Dengan semakin cepat Anda mendeteksi gejala kanker serviks dan penyakitnya, maka semakin mudah pula untuk mengobati kanker serviks (kanker leher rahim).

Untuk melakukan pengobatan kanker leher rahim cukuplah rumit. Biasanya pihak rumah sakit terlebih dahulu akan menyiapkan tim ahli yang ditentukan untuk mengatasi tahap awal dan juga tahap lanjut kanker serviks yang sedang wanita alami. Meskipun idealnya menangani kanker serviks tahap awal, tetapi biasanya kanker leher rahim tidak didiagnosis cukup awal.

Dan terdapat tiga pilihan penanganan utama untuk kanker serviks, meliputi operasi (pembedahan), radioterapi dan juga kemoterapi.

1. Operasi (Pembedahan)

Operasi atau pembedahan adala tindakan untuk mengangkat bagian yang terinfeksi kanker. Diperlukan kerjasama antara Anda dan tim medis untuk memperoleh hasil terbaik :

  • Radical Trachelectomi – Serviks, yaitu pengangkatan jaringan dan bagian atas vagina, tetapi rahim tetap pada tempatnya sehingga masih dapat mempunyai keturunan. Oleh sebab itulah tindakan pembedahan ini sering jadi prioritas untuk wanita yang memiliki kanker serviks tahap awal dan masih menginginkan untuk mempunyai keturunan (anak).
  • Histerektomi – Serviks dan rahim diangkat, tindakan ini tergantung juga pada tahap kanker, mungkin diperlukan untuk mengangkat indung telur dan tuba falopi. Dengan melakukan tindakan ini maka Anda sudah tidak dapat memiliki anak lagi.
  • Pelvic Exenteration – melakukan operasi besar dimana serviks, vagina, rahim, kemih, indung telur, tuba falopi dan rectum diangkat. Seperti tindakan histerektomi, dengan melakukan ini Anda sudah tidak dapat mempunyai keturunan lagi.

2. Radioterapi

Radioterapi biasanya dilakukan pada tahap awal kanker serviks, dan radioterapi sering dikombinasikan dengan operasi. Dan apabila kanker telah menginjak tahap lanjut, dokter dapat merekomendasikan untuk melakukan radioterapi dengan kemoterapi yang bertujuan untuk mengurangi pendarahan dan rasa sakit pada pasien.

Dengan melakukan prosedur ini, tubuh si pasien dipaparkan dengan radiasi. Adapun sumber radiasi dapat berasal dari eksternal, dengan mempergunakan mesin yang memancarkan radiasi pada tubuh Anda, atau secara internal. Dan metode internal adalah dengan cara sebuah implant yang dipasang ke dalam tubuh Anda untuk memberikan radiasi. Terdapat beberapa kasus dimana dua metode ini dikombinasikan. Dan rangkaian radioterapi biasanya berlangsung selama 5 hingga 8 minggu.

3. Kemoterapi

Tindakan melakukan kemoterapi dapat dilakukan sendiri dengan kata lain tanpa harus dikombinasikan dengan radioterapi untuk menangani kanker serviks. Untuk kanker tahap lanjut, metode kemoterapi sering dipergunakan untuk mencegah terjadinya pertumbuhan kanker. Anda akan membuat janji untuk memperoleh dosis kemoterapi melalui infus.

Ketahuilah bahwa semua penanganan kanker serviks dapat memiliki efek samping. Jadi sebelumnya Anda harus mendiskusikannya dengan dokter. Adapun efek samping yang sering terjadi adalah terjadi menopause dini, penyempitan pada vagina, atau bahkan limfedema setelah menjalani perawatan kanker serviks.

 

Pencegahan Kanker Serviks Yang Harus Dilakukan

 

pencegahan kanker serviks

Melakukan pencegahan adalah tindakan bijak daripada mengobati, meskipun budaya yang kerap terjadi di negeri kita adalah mengobati atau dengan kata lain enggan melakukan tindakan pencegahan, tidak ada salahnya jika dimulai dari sekarang melakukan pencegahan terhadap segala hal yang kemungkinan dapat menganggu kesehatan tubuh, terutama tindakan pencegahan terhadap masalah kanker leher rahim.

Dan dengan melakukan perubahan gaya hidup dapat membantu Anda mencegah kanker serviks agar tidak terjadi pada diri Anda, berikut inilah pola hidup yang harus dilakukan :

  • Melakukan tes pap smear merupakan cara terbaik untuk mendeteksi perubahan sel serviks atau HPV pada serviks. Dan melakukan follow up dengan dokter setelah hasil tes pap smear diketahui bersifat abnormal, agar dapat mendapatkan perawatan lebih lanjut dengan tepat.
  • Apabila Anda berusia dibawah 26 tahun, maka Anda bisa mendapatkan vaksin HPV yang dapat melindungi Anda dari jenis HPV 16 dan HPV 18, dan jenis HPV lain yang dapat menyebabkan timbulnya kanker leher rahim.
  • Hindarkan diri dari terinfeksi HPV yaitu dengan cara melakukan hubungan intim yang aman, yaitu dengan mempergunakan kondom dan tidak berganti-ganti pasangan seksual.
  • Untuk mencegah kanker agar tidak berkembang ke tahap stadium yang lebih serius, Anda perlu menjalani pola hidup sehat. Misalnya dengan cara menjaga pola makan bernutrisi seimbang, rajin berolahraga sesuai kemampuan dan sarah ahli (dokter), istirahat dengan cukup.
  • Melakukan perawatan organ intim dengan mengkonsumsi Kapsul Ladyfem dan menggunakan Tisu Dobel Manjakani Boyke&Co agar organ intim bersih dan sehat luar dalam.

Mencegah Kanker Serviks Dengan Ladyfem Dan Tisu Dobel Manjakani

 

ladyfem tisu manjakani mencegah kanker serviks

 

Diatas telah sedikit kami katakan bahwa melakukan tindakan pencegahan merupakan tindakan bijak yang harus dilakukan dibanding mengobati, berbagai macam cara dapat dilakukan untuk mecegah agar wanita tidak mengalami masalah kanker leher rahim.

Dan dari sekian banyak cara melakukan tindakan pencegahan, yang paling utama adalah merawat dan menjaga kebersihan juga kesehatan organ reproduksi Anda. Sebab dengan sehatnya organ reproduksi wanita, maka kemungkinan terdapat kuman, bakteri dan bahkan virus yang dapat membawa penyakit dapat dihindari.

Untuk menjaga sekaligus merawat organ reproduksi, wanita dengan mudah dapat mempergunakan obat herbal Ladyfem dan Tisu Dobel Manjakani, yang terbuat dari bahan-bahan herbal alami yaitu rempah-rempah yang banyak sekali terdapat dilingkungan tempat tinggal Anda.

Kapsul Ladyfem berguna untuk merawat organ intim dari dalam, menormalkan siklus menstruasi, membersihkan dinding-dinding rahim dan lain sebagainya. Sedangkan Tisu Dobel Manjakani berguna untuk merawat organ intim wanita dari luar, sehingga menjadi keset, harum dan segar sepanjang hari.

Sampai disini tentunya Anda tau bahwa melakukan tindakan perawatan organ intim (organ reproduksi) adalah tindakan penting yang harus semua wanita lakukan, agar organ reproduksi selalu bersih dan sehat. Segera lakukan pemesanan Kapsul Ladyfem dan Tisu Dobel Manjakani Boyke&Co disini : 0853 3637 6732.

Demikian sharing kami tentang Kanker Serviks ; Gejala, Penyebab, Pencegahan Dan Pengobatan yang harus wanita lakukan, semoga dapat dijadikan sedikit referensi dalam menjaga kesehatan organ reproduksi wanita. Terima kasih semoga bermanfaat.

Kanker Serviks ; Gejala, Penyebab, Pencegahan Dan Pengobatan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!